Diagnosa Setya Novanto Diubah Dokter Bimanseh Dari Sakiit Hipertensi Menjadi Kecelakaan
TOPNEWS.COM - Jaksa KPK
Kresna Anto Wibowo memaparkan, bahwa unsur perbuatan pidana mencegah dan
merintangi yang dilakukan Fredrich itu, berdasarkan bukti dan keterangan saksi
selama proses persidangan.
‘’Fredrich yang
menghubungi rekannya, dokter Bimanesh Sutarjo dengan tujuan agar Novanto
dirawat di RS Medika Permata Hijau,’’ kata Jaksa Kresna saat membacakan siding tuntutan
terhadap terdakwa Fredrich Yunadi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
Ia mengatakan, awalnya
Novanto tidak berada di kediamannya saat tim penyidik KPK hendak menangkapnya
pada 15 November 2017.
Justru diketahui saat
itu Novanto berada di kawasan Bogor bersama ajudannya, AKP Reza Pahlevi, dan
politikus Partai Golkar, Aziz Samual. Sehari setelahnya, diketahui Novanto
berada di Gedung DPR Jakarta.
"Fredrich
memerintahkan anak buahnya, Rudiyansah, untuk mengecek fasilitas RS Medika
Permata Hijau. Terdakwa juga masuk ruang IGD dengan terlihat kamera CCTV dan
sudah memeriksa kamar pasien," ujar Jaksa Kresna.
Jaksa juga
menyampaikan Fredrich meminta dokter Bimanesh mengubah diagnosis sakit hipertensi
menjadi kecelakaan agar bisa dirawat di RS Medika Permata Hijau. Akhirnya,
Novanto bisa dimasukkan ke ruang perawatan rumah sakit tersebut dengan diagnosa
kecelakaan yang dibuat dokter Bimanesh. Padahal, Novanto sebelumnya berada di
Gedung DPR dan kawasan Bogor. (syam/TN)
Diagnosa Setya Novanto Diubah Dokter Bimanseh Dari Sakiit Hipertensi Menjadi Kecelakaan
Reviewed by samsul huda
on
June 02, 2018
Rating:

Post a Comment