Jembatan Jambangan Ambrol Akibat Landasan Terbuat Dari Kayu Jati Tak Standar
embatan Desa Jambangan,
Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan (Jateng)
yang ambrol akibat dilewati truk sarat muatan segera dibuatkan
jembatan darurat yang terbuat dari gelugu (pohon kelapa). Mengapa gelugu,
karena pohon kelapa ini dinilai lebih kuat menahan beban berat dari pada kayu.
‘’Dana untuk
perbaikan itu belum teranggarkan, maka harus dibuatkan daruratnya dulu,’’ kata
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono
(21/6/2018).
Saat
ini pihaknya tengah mengusulkan anggaran untuk perbaikan jembatan itu ke DPRD.
Bila disetujui, maka tahun ini perbaikannya secara permanen bisa dikerjakan melalui
APBD Perubahan 2018.
Tim
teknis Dinas PUPR dilaporkan pihak desa sudah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
Kontruksi jembatan dinilai tim itu, masih bagus dan kuat menyangga beban berat.
Hanya saja landasannya yang terbuat dari kayu jati tidak standar, sehingga
patah ketika dilewati truk besar yang sarat muatan.
Subiyono
mengatakan, landasan jembatan itu, terbuat
dari kayu jati. Itupun berukuran sedang dan tidak memenuhi standar teknis untuk
ukuran jembatan tonse besdar. Sehingga tak kuat menahan beban berat. Pihak desa
seharusnya membatasi tonase angkutan umum yang melintasi jembatan tersebut.
Mengingat landasannya tidak standar.
Rencananya
landasan jembatan itu, akan diperkuat dengan gelagar besi dan cor beton. Pihaknya minta pihak desa membantu
membatasi angkutan barang yang lewat di
jembatan tersebut.
Jembatan itu jebolakibat dilewati truk yang sarat muatan
pupuk kandang. Truk berikut pupuk yang diangkut jatuh ke dasar sungai. Tidak ada korban jiwa dalam
kejadian itu. Namun bodi truk rusak cukup parah. (syam/TN)
Jembatan Jambangan Ambrol Akibat Landasan Terbuat Dari Kayu Jati Tak Standar
Reviewed by samsul huda
on
July 01, 2018
Rating:

Post a Comment