KPK Koordinasi dengan Menteri BUMN dan Menteri Keuangan tentang Penyelundupan Harley di Pesawat Garuda
GTOPNEWS.COM - Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif menyatakan, bahwa saat ini
pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Kementerian
Keuangan dan Kementerian BUMN.
Dua kementerian itu yang menyelidiki kasus penyelendupan yang
melibatkan Direktur Utama nonaktif PT Garuda Indonesia Tbk. I Gusti Ngurah
Askhara Danadiputra alias Ari Askhara.
"Kita sedang koordinasi mengenai kasus itu. Kita juga bicara dengan Menteri
Keuangan Sri Mulyani. Ada beberapa hal yang tadi kita ngomong dengan Bea Cukai
dan Kementrian BUMN," kata Laode di Jakarta, Senin (9/12/2019).
Laode datang ke Kementerian Keuangan untuk menyelidiki kasus penyelundupan
motor Harley-Davidson bekas dan dua sepeda Brompton di pesawat Garuda Indonesia.
Adapun Menkeu Sri Mulyani sendiri hadir dalam peringatan Hari Antikorupsi
Sedunia (Hakordia) 2019 di Gedung KPK pada Senin (9/12/2019).
Laode tidak menjelaskan secara pasti apa isi pembicaraan dengan dua
kementerian itu. Begitu juga ketika disinggung terkait adanya indikasi korupsi
di kasus penyelundupan yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,5 miliar.
"Kami belum bisa memastikan adanya korupsi di tempat itu, tetapi kami
ada pembicaraan," ujarnya.
Laode juga masih enggan menanggapi lebih jauh terkait Laporan Harta
Kekayaan (LHKPN) Ari Askhara. Dalam laporan harta kekayaan Ari senilai Rp 37,5
miliar, tak tercatat kepemilikan kendaraan bermotor. Padahal Ari memiliki
hobi motor gede (moge).
"Ya, makanya tadi, saya tidak bisa memberi komentar lebih lanjut
terkait dengan itu."
Sebelumnya, KPK menyoroti LHKPN Ari Askhara yang tercatat memiliki
harta Rp 37,5 miliar dan terakhir kali dilaporkan pada Maret 2019.
Laode mengatakan bahwa pelaporan harta kekayaan seorang penyelenggara
negara harus dilaporkan secara benar.
Ari Askhara mempunyai tiga mobil total nilainya Rp1,37 miliar. Tiga
mobil itu adalah Mitsubishi Pajero Sport tahun 2012 senilai Rp325
juta, Mazda 6 tahun 2017 senilai Rp420 juta dan Lexus 2016 senilai Rp625
juta. Dalam LKHPN, Ari tak tercatat memiliki motor.
"Saya belum cek hal itu di kantor, soal LHKPN beliau. Tapi kita
berharap bahwa setiap pejabat publik melaporkan hartanya secara benar," kata
Laode.
Laode mengatakan, kalau misalnya Ari banyak koleksi Harley Davidson tak
dilaporkan dalam LHKPN, berarti Ari
Ashkara tak layak jadi direktur Garuda.
Menurut Laode, seharusnya manajemen Garuda Indonesia saat ini dapat memetik
pelajaran dari kasus dugaan suap mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar. Namun
nyatanya hal itu kembali terjadi meskipun dengan kasus lain.
Atas kejadian ini, dia mengaku kecewa di tengah kasus pengadaan
pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.D dan Rolls-Royce P.L.C kepada PT
Garuda Indonesia Tbk yang akan masuk ke tahap persidangan.
"Kalau sekarang kasus Emirsyah Satar belum disidangkan tapi sudah ada
lagi kejadian yang sama di Garuda, ya, kecewalah, masyarakat kecewa dan KPK
juga kecewa," ucap Laode.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengaku menerima undangan
dari Kemenkeu melalui Ditjen Bea Cukai untuk mendatangi Bandara Soekarno-Hatta
pada Kamis (12/12/2019).
Undangan tersebut menurut Saut terkait dengan pengelolaan di bandara itu.
KPK juga diakuinya sudah masuk ke dalam tata kelola di bandara. (syam/TN)
KPK Koordinasi dengan Menteri BUMN dan Menteri Keuangan tentang Penyelundupan Harley di Pesawat Garuda
Reviewed by samsul huda
on
December 09, 2019
Rating:

Post a Comment